ah! bukan. Akun twitter saya itu @faridiot :)

Gue suka dengan kata idiot ini yang kebetulan nempel dibelakang nama gue. Farid + Idiot = Faridiot, bukan untuk maksud membodoh-bodohkan diri sendiri. Idiot adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani ἰδιώτης, idiōtēs ("orang yang kekurangan kemampuan profesional", "individual"), dan itu saya banget. Idiot dari ἴδιος, idios ("pribadi"), yang dalam bahasa Latin, kata idiota berarti "orang tak berpendidikan," saya artikan semacam gelas kosong yang siap diisi pengetahuan.

Lebih dari itu, idiot adalah sebuah mantra sakti untuk tidak berani coba-coba menyombongkan diri.

Mostrar Menu

I am an outgoing and energetic (ask anybody) young professional, seeking a career that fits my professional skills, personality, and murderous tendencies. - "My squid-like head is a masterful problem solver and inspires fear in who gaze upon it," .

Studied in State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Tarbiyah and Educational Faculty, Madrasah Diniyah and Ma'had Aly Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim. Religion: Islam Indonesia. Political outlook: Demokrasi (La Raiba Fiih). The rest, Reviewer's history, connoisseurs of the study of philosophy and science. In three words, I was a Idiot, Neighborly, and Sophisticated.

  • Ide, Kecepatan, Garam, Kesederhanaan, Teknologi, Double Click, Penampilan, Pembaruan, Skills.

    Small Web 10 MB, Seribu Perbulan | April 2012 | Uncategorized

    Bikin beginian itu tidak harus mahal. Web ini harganya cuma dua puluh empat ribu untuk dua tahun, atau dua belas ribu setahun. Sebulannya ya seribu rupiah. Tapi lebih dari cukup untuk gaya-gayaan dan terkesan profesional. Punya dot com tentu beda rasanya dibanding blogspot atau wordpress.

    Web pribadi itu harus mengeksplor diri sendiri, ini menurut saya. Pasang foto yang gede di background. Dan saya tidak suka bertabur banyak tulisan, karena web saya bukan web berita, dan saya gak bisa menulis. selengkapnya

  • Beragama-KTP Islam, Tidak Berjilbab, Moderat sedikit kekiri-kirian, Love Demokrasi dan Indonesia.

    Islam Tanpa Front Pembela | Mei 2012 | Uncategorized

    Melawan kemungkaran dengan cara yang makruf bukan dengan jalan kemungkaran. Demikian, pandangan saya tentang FPI. Saya tidak mau mereduksi persoalan ini sebatas konspirasi FPI vis a vis JIL, atau #IndonesiaTanpaFPI lawan #IndonesiaTanpaJIL. Lebih dari itu, ini adalah persoalan ide kebebasan ditengah pluralitas Indonesia. Persoalan pokoknya bukan berantemnya FPI sama JIL. Ini adalah pertarungan antara pengekangan dan kebebasan. Sejengkal saja perjuangan kebebasan hilang dari negeri ini, sudah, negeri ini akan dikuasai kaum bigot. selengkapnya

Ahmad Farid Mubarok
Phone (+62) 813 925 41831
Map http://g.co/maps/uy9zb
Facebook defaultride
Email farid@faridiot.com
Twitter @faridiot